Thursday, June 16, 2016

Beberapa Tips Untuk Mengoptimalkan Kinerja Android Anda

Android merupakan layanan yang diberikan untuk memudahkan penggunanya. Apalagi saat ini Android sudah bekerjasama dengan Google agar semua fitur yang diberikan Android menjadi lebih personal dan dapat dijamin keamanannya. Tetapi bagaimana bila Android yang anda miliki tidak dapat mengoptimalkan fitur yang telah diberikan? Tenang, berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan kinerja Android anda!




1. Kendalikan Pengaturan Standar Anda

Handphone Anda akan sering menanyakan apakah Anda ingin sebuah aplikasi yang digunakan untuk menjadi pengaturan standar Anda, jadi Anda tidak perlu khawatir! Tetapi jika seandainya tidak, jika Anda punya pembaca PDF yang disukai, atau ingin melihat video di aplikasi YouTube daripada menggunakan browser, Anda dapat mengubah aplikasi yang menangani fungsi ini secara otomatis. Yang harus Anda lakukan untuk mengubah standar Anda adalah pilih Pengaturan untuk aplikasi standar apapun dan klik “Hapus Standar”. Beberapa ponsel sebenarnya memiliki menu “Aplikasi Standar”, yang mendaftarkan semua standar di ponsel Anda.


2. Singkirkan Aplikasi yang Tidak Anda Gunakan

Seringkali ponsel sudah terisi dengan aplikasi yang mungkin tidak diinginkan oleh pengguna. Sebagian dari aplikasi ini tidak bisa dihapus, tetapi Anda bisa mencegahnya untuk berada di ponsel Anda. Kunjungi Pengaturan Aplikasi pada perangkat Android Anda dan ketuk aplikasi yang ingin Anda sembunyikan.


3. Akses Cepat ke Pengaturan

Ingin menghentikan ponsel Anda dari deringan saat rapat? Butuh senter saat keadaan darurat? Hanya geser ke bawah pada layar Anda dan menu Pengaturan Cepat akan muncul. Ini adalah alat dasar untuk menavigasi ponsel Anda, tetapi satu yang pasti bahwa ini sangat berguna!


4. Biarkan Baterai Anda Bertahan

Jika ponsel Anda terdapat mode hemat baterai, Anda bisa mengaktifkannya untuk menyala secara otomatis ketika mencapai persentase daya yang rendah (15 persen atau 5 persen biasanya menjadi pilihan untuk model yang lebih baru).

Pada mode hemat baterai, fitur-fitur tertentu seperti layanan lokasi dan pembaruan email kemungkinan akan diaktifkan. Trik sederhana ini dapat memberikan Anda ekstra 1 jam atau lebih ketika sedang tidak ada charger.


5. Ponsel Anda adalah Seperti Anda Sendiri.

Salah satu bagian paling keren sebagai pengguna Android adalah fakta bahwa Anda dapat benar-benar membuat ponsel Anda sendiri. Selamat tinggal hari-hari dimana Anda terjebak mencari Google Maps saat Anda terlambat untuk makan malam. Semua aplikasi Anda dapat diorganisir untuk memprioritaskan aplikasi yang paling sering Anda gunakan dengan app launcher.




Monday, May 23, 2016

Superkonduktor, Teknologi Masa Depan



Pernahkah anda membayangkan sebuah mobil yang dapat melayang di udara atau mobil yang tidak menggunakan roda sama sekali untuk bergerak? Tentunya hal tersebut bukanlah perkara yang tidak mungkin melihat kemajuan teknologi saat ini yang berkembang begitu pesat. Oleh karena itu, terdapat suatu kemungkinan yang besar bahwa nantinya akan ada mobil terbang. 


Jika anda menyimak berita yang sedang hangat mengenai skateboard yang bisa terbang (hoverboard) yang dipublish oleh Lexus, ini merupakan salah satu jalan terwujudnya mobil terbang. Namun, apakah anda mengetahui teknologi dibalik hoverboard tersebut sehingga dapat melayang diudara?


Teknologi Superkonduktor

Alasan utama mengapa hoverboard dapat melayang di udara karena hoverboard tersebut menggunakan teknologi superkonduktor. Teknologi tersebutlah yang nantinya akan digunakan pada mobil terbang.




Penjelasan Superkonduktor

Superkonduktor adalah sebuah teknologi yang dapat menghasilkan material agar tidak memiliki resistansi listrik. Selain itu, material superkonduktor tersebut tidak dapat dipengaruhi oleh medan magnetik, sehingga benda ataupun material tersebut dapat melayang pada sebuah bidang magnetik. Pada umumnya, sifat dari resistensi elektrik material akan semakin menurun sejalan dengan turunnya suhu benda tersebut. Untuk membuat sebuah benda menjadi superkonduktor dapat dilakukan dengan cara mendinginkannya hingga mencapai suhu minus yang sangat ekstrim atau dengan kata lain suhu material tersebut di bawah suhu kritis.


Namun, untuk menghasilkan benda dengan di bawah suhu kritis dibutuhkan bahan khusus. Bahan tersebut adalah nitrogen cair. Kemudian, ketika material telah memasuki di bawah temperatur kritis, maka selanjutnya material tersebut akan memasuki fase transisi dari konduktor biasa menjadi material atau benda superkonduktor.


Kesimpulannya, dengan teknologi superkonduktor yang sedang dikembangkan aplikasinya saat ini tidak menutup kemungkinan nanti kedepannya akan menghasilkan produk lain disamping hoverboard yang sekarang sedang booming. Mobil terbang dan kereta super cepat akan menyusul dikemudian hari bila kita tetap berusaha untuk mengembangkan teknologi dan mengambil andil dalam penelitiannya.


Asah Otak: 90 Persen Orang Salah Saat Menjawab Soal Matematika Ini

[​IMG]



Tak semua orang punya kemampuan yang baik terkait pelajaran Matematika. Jadi jangan kecil hati jika bingung dengan pertanyaan Matematika yang satu ini. Soalnya, orang-orang yang pandai dan menggeluti bidang Matematika juga masih banyak yang salah lalu mempertanyakan banyak hal setelah mencoba menyelesaikan soal Aljabar ini.


Soal Matematika diatas muncul dan menjadi terkenal di Jepang setelah sebuah tes menyimpulkan bahwa hanya belasan orang yang bisa menjawab dari sekian banyak orang yang mencoba menjawab soal Matematika ini.


Cobalah ambil kertas dan ballpoint untuk menyelesaikannya. Boleh juga pakai kalkulator. Dan cocokkan hasil jawaban dengan uraian dibawah ini.


Ini dia Soalnya: 9-3 / ( 1/3) + 1


Yuk dicoba dulu…..baru lanjut baca kebawah


























Sudah?…….


Kebanyakan yang mencoba akan menjawab dengan hasil jawaban = 3, 7, atau 9. Jika iya, itu adalah jawaban yang SALAH


Coba simak cara menyelesaikannya dalam video di bawah ini. Video diposting oleh pengguna YouTube MindYourDecisions, saluran matematika puzzle yang populer. Di dalamnya, Matematikawan Presh Talwalkar, akan menunjukkan jawaban yang benar.



Kebanyakan yang mengandalkan kalkulator tiba pada jawaban yang salah, dengan memberikan jawaban = 9.


Untuk menjawab pertanyaan dengan benar menggunakan kalkulator, kita perlu menulis soal itu seperti ini: 9-3 / ( 1/3) + 1, yang akan membawa hasil = 1 sebagai jawaban yang benar.


Soal Matematika ini menguji kemampuan dan pengetahuan kita terkait PEMDAS, atau urutan rumus operasi. Dimana untuk mendapatkan jawaban yang benar dalam ranah Matematika, kita harus mengikuti langkah-langkah dalam urutan sebagai berikut ; Kurung -Eksponen,-Perkalian-Pembagian, Penjumlahan-Pengurangan. Kebanyakan orang lupa bagaimana menggunakan PEMDAS atau menafsirkan fraksi 1/3 dengan cara yang salah.


Dalam pertanyaan ini, itu berarti membagi 3 dengan 1/3 adalah langkah yang pertama, yang sama dengan 3×3. Yang kemudian akan membawa kita ke 9-9 + 1. Dari sana, 9-9 = 0 + 1 = 1. Dan itulah hasil yang benar…..Ta-da!


Posting juga artikelmu dan menangkan hadiah bulanan Rp 500.000,- INI CARANYA










Sumber berita

Ponsel Modular Google Meluncur Tahun Depan

Ponsel Modular Google Meluncur Tahun Depan



Project Ara, proyek ponsel modular Google yang dikembangkan oleh divisi Advanced Technology and Projects (ATAP) tak lama lagi akan hadir di pasaran.


Rencananya, developer kit dari Project Ara akan diluncurkan pada tahun ini. Setelah itu, versi 'matang' dari perangkat tersebut akan dijual bebas untuk konsumen pada tahun 2017 mendatang.


Saat ini, divisi ATAP milik Google sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti Samsung, Sony Pictures Home Entertainment, E-Ink, Toshiba, Harmon, iHealth, dan lain-lain. Ini dilakukan guna menciptakan modul yang pas untuk Project Ara.


Berbagai modul yang nantinya bisa dibongkar-pasang di antaranya adalah speaker, kamera beresolusi tinggi, media penyimpanan tambahan, prosesor, memori, layar, baterai, dan lain-lain.


Bahkan, sensor glukosa pun bisa sematkan pada perangkat tersebut untuk mendeteksi tingkat diabetes dari penggunanya.


Agar tampil lebih menawan, modul-modul untuk Project Ara nantinya akan tersedia dalam berbagai material dan warna yang berbeda.


Untuk memudahkan pengguna, kabarnya Google juga menyematkan fitur plug and playpada modul Project Ara sehingga tak perlu restart setelah melakukan penggantian modul.


Meski begitu, bukan berarti modul bisa dicopot begitu saja. Sebelumnya, pengguna harus meng-eject melalui sebuah aplikasi atau cukup mengatakan perintah seperti "Ok, Google. Eject the camera".


Perangkat Project Ara sendiri nantinya akan memiliki enam buah slot generik yang kompatibel dengan berbagai modul.







Wednesday, February 25, 2015

Mengapa Kursor Mouse Miring?



 

Pernahkah terpikir oleh kita, mengapa desain kursor mouse di komputer dibuat miring? Saking seringnya kita melihat kursor, mungkin pertanyaan itu tak pernah terlintas di benak kita.

Kursor mouse yang kita kenal selama ini umumnya berupa tanda panah tersebut dan ditampilkan miring sekitar 45 derajat ke kiri. Namun, tahukah bahwa sebelumnya kursor dibuat tegak? Lalu mengapa dibuat miring?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus kembali ke masa pada awal mula mouse dibuat, di era tampilan komputer masih berupa susunan piksel resolusi rendah.
Menurut penjelasan di situs Stack Exchange, mouse dan kursor pertama kali dibuat oleh Douglas Englebart pada tahun 1968. Awalnya, kursor memang dibuat tegak lurus ke atas.
Namun, saat komputer Xerox PARC dibuat sekitar tahun 1970-an, kursor kemudian dibuat miring. Alasannya, dengan layar resolusi rendah pada zaman itu, kursor mouse yang tegak lurus susah dicari di layar.
Dengan piksel resolusi rendah, tampilan kursor sulit dibedakan dengan obyek-obyek lain yang ditampilkan layar komputer, apalagi saat itu tampilan layar masih monokrom. Karena itu, dengan membuat kursor yang melintang 45 derajat, itu akan mempermudah pengguna mencari kursor di layar. Setelah itu, kursor miring ke kiri temuan Englebart tersebut kemudian diadopsi oleh pembuat-pembuat software komputer hingga kini. Hal tersebut termasuk dilakukan oleh pencipta Apple, Steve Jobs, yang meminjam kursor tersebut untuk Mac OS-nya, dan kemudian Bill Gates dengan Windows-nya.
 
 

Friday, January 23, 2015

Hologram ala Microsoft yang Super Keren





http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr1a.jpg
HoloLens bisa dibilang masuk dalam kategori headset virtual reality, tapi kedua lensanya tembus pandang dan bisa menampilkan gambar hologram

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr1aa.jpg
Bagi desainer, HoloLens diklaim bakal bisa membantu menampilkan gambar hologram 3D, sembari tetap mengerjakan desain di layar komputer miliknya

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr2.jpg
Dengan HoloLens, pengguna juga bakal bisa mensimulasikan bentuk suatu benda.

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr3.jpg
 Melihat peta juga bakal menarik menggunakan HoloLens karena pengguna seakan melihatnya langsung dari atas.

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr4.jpg
 Serunya lagi, pengguna juga akan bisa mensimulasikan kondisi di planet Mars melalui kaca HoloLens. 

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr5.jpg
 Berkat HoloLens menggunakan komputer pun bakal semakin mengasyikkan.

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr6.jpg
Pengguna juga bisa memainkan game Minecraft ‘langsung’ di ruang keluarga.

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr7.jpg
 HoloLens nantinya juga bisa digunakan untuk melakukan video call lewat Skype. Tampilan video chat bisa terlihat dari kedua lensa HoloLens.

http://images.detik.com/content/2015/01/22/1146/hololens-gbr8.jpg
Salah satu staf Microsoft mendemokan penggunaan HoloLens di panggung.


Sunday, January 11, 2015

Flightradar24, Aplikasi Untuk Melacak Keberadaan Pesawat

Flightradar24, Aplikasi Pelacak Pesawat Terbang kelas Profesional 
Flightradar24 mampu memantau rute penerbangan sekitar 60% dari total penerbangan pesawat komersil di seluruh dunia.


Peristiwa hilang kontaknya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hingga kini masih menjadi sebuah pertanyaan besar. Kemanakah hilangnya pesawat rute Surabaya-Singapura itu?

Bagi Anda pengguna perangkat mobile, ada satu aplikasi kelas profesional yang dapat digunakan untuk membantu melacak keberadaan terakhir sebuah pesawat terbang yang hilang. Aplikasi tersebut bernama Flightradar24.

Flightradar24 adalah aplikasi yang mampu melacak penerbangan pesawat di seluruh dunia. Tercatat aplikasi ini memiliki database yang didapat dari lebih 500 Automatic Dependent Surveillance-broadcast (ADS-B), atau perangkat jaringan penerima sinyal pesawat terbang.

Selain itu, database Flightradar24 juga disuplai oleh Federal Aviation Administration (FAA), alias Badan Administrasi Penerbangan Amerika Serikat.

Berbekal database yang dimilikinya itu, Flightradar24 mampu memantau rute penerbangan sekitar 60% dari total penerbangan pesawat komersil di seluruh dunia.

Aplikasi ini tersedia bagi para pengguna perangkat mobile berbasis iOS dan Android. Selain berjalan di platform mobile, pengguna PC berbasis Windows 8 dan Mac OS juga bisa mengakses Flightradar24 melalui browser.

Hingga kini aplikasi yang dikembangkan sejak tahun 2006 oleh dua orang pengembang asal Swedia ini diinfirmasikan telah diunduh lebih dari 2 juta kali dan dimanfaatkan oleh banyak institusi.

Beberapa kantor berita di Eropa seperti Bild (jerman) dan Le Monde (Perancis), memanfaatkan Flightradar24 untuk informasi penerbangan yang mereka tampilkan. 

Saturday, January 10, 2015

Lompatan Detik Kontroversi Detik Kabisat yang Bikin Waktu Melambat

Kontroversi Detik Kabisat yang Bikin Waktu Melambat 

Lompatan detik yang akan terjadi pada 30 Juni mendatang bukanlah hal yang mengejutkan, karena sudah ditemukan sejak 1972. Di tahun 2015 ini waktu akan lebih lama 1 detik dari 2014 kemarin.

Seiring berkembangnya teknologi, perdebatan soal lompatan detik atau sering pula disebut detik kabisat ini, baru dirasakan sejak tahun 2000 karena dinilai mengganggu urusan teknis berbagai operasi berskala global. Di sisi lain, ada pihak yang tetap ingin mempertahankannya.

Pada pertemuan organisasi di bawah naungan PBB, International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa tahun 2012 silam, negara Amerika Serikat, Italia, Perancis, Meksiko, dan Jepang ingin menghapus lompatan detik dengan alasan bikin kacau dan mengganggu sistem akurasi navigasi dan komunikasi.

Mereka mengklaim bahwa kegiatan transaksi uang yang tepat waktu bisa menjadi kacau, serta pengaturan posisi kendaraan yang tidak menentu. Tahun 2012, lompatan detik menyebabkan 400 penerbangan Qantas tertunda.

"Banyak pengajuan yang bergantung pada ketepatan waktu yang selaras. Contohnya, telekomunikasi dan navigasi satelit yang sangat bergantung pada sinyal jam atom," ujar peneliti sekaligus ahli lompatan detik dari National Physical Laboratory, Peter Whibberley, kepada CNN.

Namun menurut Whibberley sendiri, sistem ketepatan waktu bisa semakin kacau jika kita malah berniat mengubahnya.

Tak semua negara sependapat dengan penghapusan lompatan detik. Inggris, Jerman, Kanada, dan Tiongkok menyatakan bahwa lompatan detik tidak seharusnya dihilangkan.

Inggris mengatakan, jika lompatan detik dihapus, hubungan antara konsep waktu Bumi dengan pengaturan waktu terbit dan terbenamnya matahari akan rusak selamanya.

Tak hanya itu, penggunaan Greenwich Mean Time (GMT) yang menjadi acuan pengukuran waktu matahari juga terancam berakhir.

"Sejak zaman dahulu rotasi bumi telah memberikan skala waktu, yakni unit waktu paling dasar: solar day," ungkap pakar pengukuran waktu dari Royal Observatory Greenwich, Rory McEvoy, dikutip dari laporan The Telegraph.

Sementara negara seperti Nigeria, Rusia, dan Turki dikabarkan menanti penelitian lebih jauh terkait lompatan detik itu.

Selain gangguan sistem navigasi telekomunikasi dan penerbangan, lompatan detik juga mengganggu sejumlah layanan situs web seperti Reddit, Foursquare, dan LinkedIn.

Nasib lompatan detik ini mungkin menjadi jelas setelah digelar Konferensi Komunikasi Radio Dunia pada November 2015 mendatang.

Lompatan detik tahun 2015 ini baru diumumkan pada 8 Januari lalu oleh Badan Sistem Referensi dan Rotasi Bumi Internasional (International Earth Rotation and Reference Systems Service/IERS), sebuah lembaga internasional yang memantau pergerakan Bumi dan waktu dunia.

Fenomena ini diyakini sepenuhnya berasal dari ilmu penghitungan fisika serta pengamatan astronomi karena Bumi bergerak lebih cepat atau lebih lambat. Bisa disebabkan oleh pasang surut dan perubahan dalam inti Bumi.

Para ahli sepakat bahwa waktu di Bumi harus disesuaikan dengan jam atom sebagai acuan waktu dunia. "Jam atom menjaga jalannya waktu jauh lebih baik dari pada bumi itu sendiri. Mereka satu juta kali lebih stabil," jelas Whibberley.

Untuk mendapatkan waktu yang sesuai dengan gerakan Bumi, para ilmuwan di IERS maka satu detik ekstra ditambahkan secara berkala pada Universal Time Coordinated (UTC) sebagai patokan standar waktu dunia.

Jam atom yang selama ini menjadi patokan waktu dunia juga akan dihentikan selama 1 detik pada 30 Juni malam hari.  


Sunday, November 30, 2014

Lensa Kontak Ini Ternyata Printer 3D

Lensa Kontak Ini Ternyata Printer 3D 

Para peneliti dari Universitas Washington menjabarkan sesuatu yang telah mereka kembangkan, yaitu lensa kontak yang ditunjang dengan LED. Bahkan, prototipe hasil pengembangan tersebut juga berfungsi sebagai printer 3D.

Lensa kontak buatan peneliti Universitas Washington ini dibekali printer 3D quantum dot. Printer ini mencetak berbagai lapisan bahan yang masing-masing saling terkoneksi dan lapisan lain untuk memancarkan titik-titik kuantum atau nanocrystals.
Titik-titik kuantum akan saling terkoneksi satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan kombinasi. Kombinasi tersebut memungkinkan titik-titik itu memancarkan foto cahaya pada panjang gelombang dan warna tertentu.
Kemudian, titik-titik kuantum yang melalui lapisan memancar akan membuat tampilan sebuah tampilan warna. Lensa tersebut telah tertaman antena untuk dapat menggambarkan daya secara nirkabel. Demikian dilansir Pocket Lint, Senin (01/12/2014).
Perangkat yang dikembangkan para peneliti di Universitas Washington ini akan berfungsi layaknya Google Glass. Saat ini, prototipe lensa ini hanya dapat menampilkan satu piksel informasi, namun suatu saat nanti akan dapat menampilkan banyak data, termasuk e-mail.



Tuesday, November 25, 2014

Teknologi Laser ala James Bond Jadi Kenyataan

Teknologi Laser ala James Bond Jadi Kenyataan 


Teknologi Laser ala James Bond Jadi Kenyataan  


Teknologi laser pada LaserWatch memungkinkan perangkat mengeluarkan sinar laser yang dapat membakar objek. Perangkat ala film James Bond ini bakal menjadi kenyataan.

Dilansir Pocket-lint, Jumat (21/11/2014), perangkat LaserWatch ini terinpsirasi dari film James Bond. Dikembangkan oleh Patrick Priebe, perangkat inovatif tersebut digunakan untuk kepentingan personal.
LaserWatch menampilkan bodi logam yang diberi mesin, modul jam tangan LED untuk layar. Selain itu, LaserWatch juga dilapisi karbon serta laser 1.500 milliwatt.
Laser ini sudah cukup kuat untuk meletuskan balon dan bahkan cahaya lilin. Priebe membutuhkan waktu selama 40 hari untuk membuat LaserWatch dan memerlukan biaya USD300.
Laser pada karya buatannya bisa bertahan lima sampai 10 menit sebelum baterainya habis. Dengan baterai lithium-polymer, perangkat tersebut bisa diisi ulang seperti perangkat smartphone pada umumnya.


Pameran 'Doraemon 100 Secret Gadget Expo' Hadir di Jakarta

 



http://images.detik.com/content/2014/11/04/1059/143831_dora.jpg





Setelah mengunjungi Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, dan Johar Baru, kini perusahaan asal Jepang pemegang lisensi Animation International Doraemon menggelar pameran di Jakarta. Eksibisi 100 hari tersebut akan digelar di Ancol Beach City Mall, Jakarta Utara pada 28 November 2014 hingga 8 Maret 2015.

"Untuk pertama kalinya Doraemon hadir di Jakarta untuk memberikan pengalaman terbaru. Kami harap para penggemar bisa merasakan langsung, tidak hanya dari layar televisi," ujar County Manager Animation International Indonesia Lynard Longcop saat jumpa pers di Ismaya, Grand Indonesia Selasa (4/11/2014).
Nantinya, terdapat 100 patung Doraemon setinggi 150 sentimeter yang dipajang di eksibisi tersebut. Serta sejarah Doraemon yang awalnya berwarna kuning mengalami perubahan warna menjadi biru.

"Patung-patung tersebut didatangkan langsung dari Jepang dan Jakarta adalah salah satu event roadshow di Asia," jelas Helena Irma dari Animation International Indonesia.

Doraemon yang merupakan karakter komik kucing karya komikus Jepang Fujiko F.Fujio ini, saat eksibisi juga akan menampilkan alat-alat canggih yang dipunyanya dari kantong ajaib. Seperti baling-baling bambu.

Kemudian, pintu Dokodemo yaitu pintu yang dapat membawa orang-orang melewatinya ke mana aja sesuai keinginannya dan masih banyak alat lainnya.

Sejumlah games dan pernak pernik untuk para penggemar Doraemon pun sudah disiapkan. "Semuanya disiapkan untuk memuaskan para penggemar dan tentu saja bisa berfoto di semua sudut," katanya.

Untuk tiket dibandrol seharga Rp 90 ribu (dewasa) dan Rp 55 ribu (anak-anak). Selain membeli tiket Doraemon Gadget Expo, pengunjung mendapatkan diskon tiket masuk Ancol menjadi seharga Rp 15 ribu.

Monday, November 24, 2014

Jaga Markas, Microsoft Pekerjakan 'Robot Satpam'

http://images.detik.com/content/2014/11/24/398/msk5.jpg 

Penggunaan robot untuk menjaga keamanan sebuah tempat sebelumnya hanya terdapat di film-film sci-fi. Namun kini, hal itu sudah menjadi kenyataan. Adalah Microsoft, perusahaan yang sudah melakukan hal tersebut.

Mereka merekrut beberapa robot K5 Sentry untuk menjaga keamanan kantornya. Robot ini akan bekerja secara berbarengan dengan petugas keamanan untuk menjaga markasnya yang terletak di Remond, Amerika Serikat.

K5 Sentry bekerja secara berpasangan, memperhatikan perilaku manusia di area kerjanya. Jika merasa ada sesuatu yang mencurigakan, mereka akan melaporkan hal tersebut ke bagian yang berkaitan, salah satunya petugas keamanan, untuk ditindaklanjuti.

Pembuat robot ini adalah Knightscope, sebuah perusahaan yang berasal dari Mountain View, California. Mereka sampai saat ini telah membuat sekitar tujuh unit K5, dan berencana memproduksi sekitar empat unit lagi sebelum tahun 2014 berakhir.

Seperti dilansir Technology Review, Senin (24/11/2014), K5 dilengkapi dengan empat kamera HD yang terletak di tiap sisi bodinya. Selain itu ada juga empat mikrofon, sensor cuaca, dan sensor panas untuk mendeteksi keadaan sekitar.

Untuk navigasi, K5 menggunakan sensor GPS dan sinar laser untuk mengukur jarak. Sementara baterainya, akan mampu menghidupi robot ini selama 24 jam, dan baterai tersebut hanya membutuhkan waktu selama 15-20 menit untuk diisi kembali hingga penuh.


Sunday, November 23, 2014

Astronaut Kini Bisa Nikmati Kopi di Ruang Angkasa

Astronaut Kini Bisa Nikmati Kopi di Ruang Angkasa 
Mesin pembuat kopi ISSpresso akan dikirim ke stasiun ruang angkasa untuk para astronot. Mesin ini dapat beroperasi di ruang dengan nol gravitasi

Kesibukan para antariksawan yang bertugas di stasiun ruang angkasa internasional International Space Station (ISS) kini bisa diisi dengan menikmati kopi. Perangkat mesin pembuat kopi bernama ISSpresso, akan dikirim ke stasiun angkasa pada akhir pekan ini.

ISSpresso bukan mesin pembuat kopi biasa. Ia khusus dirancang oleh pemanufaktur asal Lavazza asal Italia dan perusahaan teknisi Argotec.

Para perancang mengatakan ISSpresso menggunakan kapsul extraterrestrial dan bisa beroperasi di ruang dengan nol gravitasi.

"ISSpresso adalah sebuah pencapaian teknologi dari badan antariksa Italia yang sesuai dengan kebutuhan dan langkah-langkah keamanan super ketat yang dapat digunakan oleh manusia," ujar Direktur Jenderal Argotec, David Avino seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (21/11).

Tantangan terbesar dalam proses pembuatan ISSpresso diakui oleh para teknisi adalah bagaimana cara agar air dapat mengalir dengan baik pada ruang nol gravitasi. Komponen baja yang dipasangkan juga harus mampu menahan tekanan besar.

Rencananya, ISSpresso yang memiliki bobot 20 kilogram itu akan diangkut oleh antariksawan Italia, Samantha Cristoforetti.

Cristoforetti tak hanya menjadi antariksawan perempuan pertama asal Italia yang meluncur ke luar angkasa, namun ia juga akan menjadi yang pertama dalam sejarah untuk menikmati sajian kopi asli Italia di ruang angkasa.

Sebelumnya, NASA pernah membawa mesin cetak untuk benda tiga dimensi (printer 3D) ke ISS pada 19 September lalu untuk membantu pekerjaan antariksawan. Dengan mencetak benda pakai printer 3D, astronot tidak lagi harus menunggu lama agar NASA bisa mengirimkan perangkat pendukung untuk penelitian di ruang angkasa.  


Merayap di Dinding Seperti Spiderman? Sekarang Bisa

Merayap di Dinding Seperti Spiderman? Sekarang Bisa 

Siapa bilang aksi agen Ethan Hunt di film Mission Impossible atau Spiderman merayap di dinding gedung hanya cerita khayalan belaka. Peneliti di Universitas Stanford, California, sudah menciptakan semacam bantalan yang membuat kita bisa merayap di dinding seperti kadal atau laba-laba.

Dengan bantalan seukuran tangan itu, siapapun bisa merayap di dinding tanpa takut terjatuh. Syaratnya, bobot badannya tak lebih dari 70 kilogram. Tak hanya di tembok, merayap naik di dinding kaca pun bisa. 

Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di kaki kadal dan sejenisnya (termasuk cicak), yang bisa berjalan atau merayap di dinding tanpa terjatuh. Tapi tak banyak yang berhasil. 

Rahasia itu pula yang ingin diungkapkan peneliti di Stanford, yang mendapat bantuan dari Badan Proyek Riset Pertahanan Amerika Serikat (DARPA).  Mereka mempublikasikan penelitiannya di jurnal Royal Society Interface.

Mereka telah menciptakan bantalan silikon seukuran tangan, yang mampu merekat dengan kuat di permukaan apapun. Bantalan itu meniru cara gaya tarik dan tolak antara molekul yang disebut gaya van der Waals, yang dimultiplikasi di sepanjang rambut-rambut tipis di permukaan kaki kadal, sehingga mereka bisa merekat di permukaan apapun.

Peneliti Stanford menerapkannya dengan menciptakan bantalan kecil yang dinamai microwedges, yang mampu mengeluarkan gaya van der Waals. Mereka malah bilang bisa membuat perekat kering yang lebih efisien ketimbang kaki kadal.

Pada percobaan, seorang mahasiswa berbobot 69 kilogram mampu merambati sebuah dinding kaca vertikal setinggi 3,6 meter mengenakan bantalan silikon itu di masing-masing tangan. Dia melakukannya ratusan kali tanpa terjatuh.

Di awal tahun ini, DARPA pernah mendemonstrasikan perangkat memanjat yang bisa membuat orang merambat di dinding kaca tipis. Tapi informasi lebih detil soal perangkat itu dan pengembangannya, masih dirahasiakan.

Teknologi ini bisa dipakai untuk menghasilkan perangkat yang mampu merekatkan panel-panel surya raksasa dan objek-objek lain tanpa perlu memakai lem berbahan kimiawi.


Friday, November 21, 2014

Ilmuwan Temukan Baterai Panjang Umur

Ilmuwan Temukan Baterai Panjang Umur 

Umumnya, sebuah baterai ponsel hanya bisa bertahan normal selama pemakaian 2-3 tahun. Namun seorang ilmuwan berhasil menemukan baterai yang bisa dipakai sampai 20 tahun.

Teknologi itu ditemukan sekelompok peneliti dari Nanyang Technological University Singapura yang dimpimpin Profesor Chen Xiaodong. Bukan cuma tahan lama, tapi juga durasi pengisian ulang yang lebih cepat. Istilah ini akrab disebut fast charging.

Dengan pengisian daya selama 2 menit, baterai tersebut bisa terisi hingga 70 persen. Seperi dikutip CNN Indonesia dari siaran pers, Rabu (15/10).

"Dengan teknologi kami, mobil elektrik bisa meningkatkan jarak tempuhnya secara signifikan hanya dengan lima menit pengisian ulang," kata Xiaodong.

Kunci baterai itu terletak pada stuktrurnya yang tidak menggunakan bahan grafit seperti baterai saat ini. Para peneliti menggantinya dengan gel titanium dioksida yang biasa dipakai sebagai zat tambahan makanan atau krim tabir surya.

Gel titanium diklaim lebih murah, dan lebih mudah ditemukan. Pada baterai zat ini diletakan di dalam tabung berukuran sangat kecil (nanotube) yang konon seribu kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia. Sulit dibayangkan.

Hingga kini teknologi baterai tersebut masih dikembangkan, dan diperkirakan bisa mulai dikomersilkan sekitar dua tahun mendatang. 


Ilmuwan Ciptakan Alat Pembaca Pikiran

Ilmuwan Ciptakan Alat Pembaca Pikiran 

Layaknya konsep telepati, tim peneliti dari University of Washington, Amerika Serikat berhasil menghubungkan otak dari dua orang dan mampu untuk berkomunikasi tanpa bicara.

"Studi baru ini menciptakan paradigma pertemuan otak ke otak, yang awalnya hanya demonstrasi biasa menjadi teknologi berkonsep penyampaian," ujar profesor dari University of Washington Andrea Stocco.

Studi baru yang mengikutsertakan enam orang berpasangan, memindahkan sinyal dari otak satu orang melalui internet untuk mengontrol pergerakan tangan pasangannya yang berada di radius 800 meter.

Agar berhasil, para peneliti memasangkan mesin electroencephalography (EEG) pada satu orang (si pengirim) di tiap pasangan untuk membaca aktivitas otak mereka.

Gelombang otak mereka kemudian diubah menjadi 'nadi' elektris dan mengirimnya melalui web kepada pasangannya (si penerima) yang sudah menggunakan semacam topi renang, lengkap dengan belitan stimulasi magnet transkranial di bagian otak yang mengatur pergerakan tangan.

Dengan kata lain, pikiran si pengirim dapat ditafsirkan oleh si penerima menjadi pergerakan tangan dalam hitungan detik.

Dalam percobaan tersebut, tiga pengirim sedang bermain game di komputer dimana mereka harus melempar meriam untuk menghadang roket. Mereka tidak bisa melakukan itu semua, jadi mereka cukup memikirkan apa yang harus dilakukan dan sinyal tersebut sampai ke si penerima.

Para penerima tidak bisa melihat permainan tersebut, tapi tangan mereka melayang-layang di atas alas sentuh, seakan-akan mereka sedang melempari meriam tersebut sesuai pikiran si pengirim.

Tim peneliti kemudian didanai US$ 1 juta untuk mengembangkan koneksi otak lebih mendalam lagi agar mereka dapat menyampaikan gambaran dan informasi dari otak ke otak.

Mereka berharap nantinya dapat memantau pilot pesawat terbang yang sedang mengantuk dan menstimulasi otaknya menggunakan koneksi tersebut.

Koneksi otak ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, peneliti dari Harvard Medical School, Starlab Barcelona dari Spanyol, dan Axilum Robotics dari Perancis bekerjasama dalam pengiriman pesan antar otak dengan jarak yang fantastis, yaitu dari India ke Perancis.


Thursday, November 20, 2014

Ekspedisi ke 'Neraka' Beku di Siberia

Ekspedisi ke Neraka Beku di Siberia 

Siberia Neraka sering kali digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan api dan bersuhu panas. Namun setelah melihat foto-foto dramatis yang merupakan hasil jepretan dari sebuah ekspedisi  berikut ini, Anda dapat berpikir ulang mengenai gambaran dari neraka.

Seperti yang dilansir dari News.nationalgeographic.com, Kamis (20/11/2014), sebuah ekspedisi telah dilakukan guna memecahkan misteri, bagaimanakah rupa kawah berwarna putih misterius ini.

Demi ekspedisi ini, para ilmuan berjuang mengalahkan dinginnya suhu yang sanggup membuat tubuh beku seketika. Hal ini dikarenakan mereka harus menuruni kawah yang bersuhu minus 11 derajat Celcius, bahkan kawah ini sempat dijuluki sebagai 'neraka yang membeku'.


Para ilmuwan dari `The Russian Centre of Arctic Exploration` mengenakan sepatu bergigi dan memasuki kawah sedalam 16,5 meter yang ditemukan pada bulan Juli 2014 di Siberia. Tepatnya, kawah ini berada di bagian terpencil bagian utara Semenanjung Yamal.
Meskipun pihak `The Russian Centre of Arctic Exploration` tidak memberikan komentar apapun mengenai apa yang mereka temukan di dalam kawah ini, tetapi ketua dan direktur pusat penelitian tersebut, Vladimir Pushkarev sempat mengungkapkan pada `The Siberian Times`bahwa untuk pertama kalinya tim berhasil menjelajahi 'neraka' beku tersebut dan dapat kembali dengan selamat.

Penasaran dengan penampakannya? Berikut beberapa foto menampakan saat ekspedisi.

Ekspedisi ke Neraka Beku di Siberia

Pencari Penyebab Muncul
Simpang siur mengenai munculnya kawah ini masih belum dipastikan hingga detik ini. Ilmuwan Rusia Igor Yeltsov, wakil kepala `The Trofimuk Institute`, memprediksi bahwa lubang itu terbentuk oleh letusan metana. Biasanya, es jika dipanaskan dalam waktu cepat bisa membuat suatu ledakan berkekuatan cukup besar. Meningkatnya suhu bisa disebabkan oleh perubahan iklim atau adanya gejala panas yang timbul dari lapisan bawah bumi. Namun, analisis teori ini masih belum diketahui kebenarannya.

Ekspedisi ke Neraka Beku di Siberia

"End of the World"
Tim ekpedisi ini akhirnya tiba di danau dengan kedalaman 34 kaki atau sekitar 10,5 meter.


Ekspedisi ke Neraka Beku di Siberia

Sampel Es
Tim ekspedisi akan memeriksa sampel es yang diambil dari kawah. Gunanya, untuk mengetahui sifat yang terdapat dalam es dan membandingkan dengan kawah lain.

Ekspedisi ke Neraka Beku di Siberia

Mengintip Kegelapan
Di malam hari, kawah ini memiliki kontras warna yang cukup tinggi. Kontras warna antara putihnya es yang menyelimuti dan hitamnya langit di kala malam.

Sumber





Intip Taman Terapung di New York City Seharga Rp 1.57 Triliun



Taman Terapung di New York 

Warga New York sebentar lagi akan memiliki taman terapung seharga US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,57 triliun. Proyek taman terapung ini rencananya akan didanai oleh Barry Diller, miliuner yang bergerak di bidang entertainment dengan perusahaan seperti IAC/InterActiveCorp.


Dikutip dari CNN pada Rabu (19/11/2014), taman seluas 2,7 hektar ini rencananya akan dibangun di atas sungai Hudson yang membentang di sepanjang sisi barat Manhattan. Taman yang dibangun di bekas dermaga ini didesain akan memiliki perbukitan dan jalan setapak yang berliku dalam ruang terbuka yang memiliki banyak pohon. Rencananya, pembangunan akan dimulai pada tahun 2016.

Taman Terapung di New York (1)

Proyek yang akan diberi nama Pier55 ini akan menjadi tempat dimana orang dapat dengan bebas melakukan konser musik, bermain hingga hanya makan siang atau berbaring di rumput. Meskipun didanai oleh keluarga Diller-von Furstenberg, tetapi pembangunan taman terapung ini juga mendapat bantuan dari pemerintahan kota.
"Apa yang lebih baik daripada sebuah taman di tepi barat kota untuk beristirahat dan menyaksikan matahari terbenam?" kata Diane von Furstenberg mengomentari.

Taman Terapung di New York (2)

Proyek yang terbilang raksasa ini adalah sebagian usaha untuk merevitalisasi Manhattan dari sisa-sisa industri dengan mengubah infrastruktur tua menjadi taman kota. Proyek ini sendiri akan berada di bawah kontrol grup non-profit bernama P55.
"Revitalisasi dan transformasi dermaga ini menjadi seni yang dinamis dan ruang publik akan membawa energi dan pengunjung baru ke tempat kami," kata Walikota New York City Bill de Blasio.




Tuesday, November 18, 2014

Ilmuwan akan Hidupkan Kembali Gajah Purba

Ilmuwan akan Hidupkan Kembali Gajah Purba 

Para ilmuwan tengah berusaha untuk membuat penggandaan (klon) seekor mamut purba berkat temuan fosil mamut di Siberia pada 2013 lalu. Ilmuwan berusaha mencari kandungan DNA dengan kuantitas yang mencukupi dan kondisi yang baik untuk membuat penggandaan keluarga gajah di masa prasejarah yang punah jutaan tahun lalu tersebut.

Dalam mencari kandungan DNA, ilmuwan menggunakan cairan berwarna merah tua yang ditemukan pada bangkai mamut ini. Cairan tersebut adalah darah yang keluar dan mengering saat hewan purba itu mati.

Dengan adanya cairan ini, besar kemungkinan bagi para ilmuwan untuk menemukan inti sel yang utuh dan berisi petunjuk lengkap rangkaian DNA untuk membuat mamut.

Jika hal ini benar-benar ditemukan, maka inti sel dapat dimasukan ke dalam telur gajah dan memicu terjadinya pembelahan sel. Setelah itu, sel yang terbelah ditanamkan pada gajah betina. Hasilnya diharap menjadi penggandaan sempurna dan identik dengan mamut yang telah lama punah.

Teori memang jauh lebih mudah dari pada praktiknya. Menurut Tori Herridge, ahli Paleobiologi di Museum London, Inggris, proses penggandaan makhluk purba ini akan memakan waktu lama.

"Seperti biasa, kecepatan di mana ilmu pengetahuan dapat berkembang sangat bertentangan dengan kecepatan di mana sebuah film dokumenter dibuat," ujar Herridge dikutip dari NBC.

Menurutnya, kandungan darah mamut yang ditemukan tidak memenuhi syarat untuk melakukan penggandaan.

"Mereka menyebutnya darah, namun pada kenyataannya cairan itu hanyalah cairan kemerahan. Para peneliti tidak menemukan sel darah merah yang utuh, tapi cairan merah itu masih berasal dari hemoglobin," kata Herridge.

Menanggapi hal ini, Insung Hwang, salah seorang peneliti mengatakan, DNA mamut kini telah pulih dari beberapa sel spesimen dan dalam waktu dua tahun ke depan, peneliti akan menganalisa ribuan sampel tambahan.

"Ada kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang luar biasa," kata Hwang.

Hwang menambahkan jika bangkai mamut ini dapat memberi peta genetika yang akurat, maka para peneliti dapat menggunakannya sebagai template untuk membawa kembali mamut ke permukaan bumi.


Tuesday, November 4, 2014

Perusahaan Jepang Pamer Layar Sentuh Fleksibel Bisa Dilipat

Layar AMOLED Fleksibel Bisa Dilipat Kembali Dipamerkan




Teknologi layar jadi salah satu bagian yang secara intensif dikembangkan oleh banyak perusahaan teknologi. Salah satu perusahaan yang terus berinovasi di sektor teknologi layar adalah Semiconductor Energy Laboratory (SEL).

Perusahaan asal Jepang itu baru saja memperkenalkan produk layar sentuh Super AMOLED yang unik karena dapat dilipat hingga tiga lipatan. Layar sentuh bisa dilipat ini mirip dengan layar sentuh fleksibel serupa yang pernah dipamerkan oleh LG.

Akan tetapi, layar OLED fleksibel besutan LG dapat digulung sedangkan layar Super AMOLED besutan SEL ini dapat dilipat. Layar ini pun memiliki kemampuan menampilkan resolusi full high definition (Full HD) yang mendukung fitur multimedia untuk banyak perangkat mobile terbaru.

Bahkan, seperti dikutip dari laman GSM Arena, Rabu (5/11/2014), SEL mengklaim bahwa layar fleksibel lipat miliknya bisa dilipat sampai dengan 100 ribu kali.

Kehadiran layar fleksibel canggih ini diharapkan bisa segera terwujud dan diaplikasikan pada perangkat yang nyata, baik itu berupa e-reader atau pun tablet.

SEL membuat layar sentuh lipat dengan dua pilihan ukuran, yakni 8,7 inci yang pas untuk tablet dan ukuran 5,9 inci untuk smartphone layar besar. Namun, ukuran layar 5,9 inci masih berbentuk layar biasa, alias tak dilengkapi teknologi layar sentuh serta hanya mampu mendukung resolusi HD 720p.