Tuesday, November 18, 2014

Ilmuwan akan Hidupkan Kembali Gajah Purba

Ilmuwan akan Hidupkan Kembali Gajah Purba 

Para ilmuwan tengah berusaha untuk membuat penggandaan (klon) seekor mamut purba berkat temuan fosil mamut di Siberia pada 2013 lalu. Ilmuwan berusaha mencari kandungan DNA dengan kuantitas yang mencukupi dan kondisi yang baik untuk membuat penggandaan keluarga gajah di masa prasejarah yang punah jutaan tahun lalu tersebut.

Dalam mencari kandungan DNA, ilmuwan menggunakan cairan berwarna merah tua yang ditemukan pada bangkai mamut ini. Cairan tersebut adalah darah yang keluar dan mengering saat hewan purba itu mati.

Dengan adanya cairan ini, besar kemungkinan bagi para ilmuwan untuk menemukan inti sel yang utuh dan berisi petunjuk lengkap rangkaian DNA untuk membuat mamut.

Jika hal ini benar-benar ditemukan, maka inti sel dapat dimasukan ke dalam telur gajah dan memicu terjadinya pembelahan sel. Setelah itu, sel yang terbelah ditanamkan pada gajah betina. Hasilnya diharap menjadi penggandaan sempurna dan identik dengan mamut yang telah lama punah.

Teori memang jauh lebih mudah dari pada praktiknya. Menurut Tori Herridge, ahli Paleobiologi di Museum London, Inggris, proses penggandaan makhluk purba ini akan memakan waktu lama.

"Seperti biasa, kecepatan di mana ilmu pengetahuan dapat berkembang sangat bertentangan dengan kecepatan di mana sebuah film dokumenter dibuat," ujar Herridge dikutip dari NBC.

Menurutnya, kandungan darah mamut yang ditemukan tidak memenuhi syarat untuk melakukan penggandaan.

"Mereka menyebutnya darah, namun pada kenyataannya cairan itu hanyalah cairan kemerahan. Para peneliti tidak menemukan sel darah merah yang utuh, tapi cairan merah itu masih berasal dari hemoglobin," kata Herridge.

Menanggapi hal ini, Insung Hwang, salah seorang peneliti mengatakan, DNA mamut kini telah pulih dari beberapa sel spesimen dan dalam waktu dua tahun ke depan, peneliti akan menganalisa ribuan sampel tambahan.

"Ada kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang luar biasa," kata Hwang.

Hwang menambahkan jika bangkai mamut ini dapat memberi peta genetika yang akurat, maka para peneliti dapat menggunakannya sebagai template untuk membawa kembali mamut ke permukaan bumi.


No comments:

Post a Comment